Jumat, 11 Januari 2008

At-Tibyan Syarah Nawagidh al-Islam


Al Imam Ibnu Qayyim (semoga Allah merahmatinya) menulis sebuah Syair yang kami kutip dari At-Tibyan Syarah Nawagidh al-Islam
Demi Allah,
kekhawatiranku bukan terhadap dosa-dosa,
Karna ada jalan maaf dan ampunan dari
Yang Maha Kuasa

Namun yang aku takutkan adalah
Lepasnya Hati dari berhukum
kepada
Wahyu Al-Qur'an
Rela dengan pikiran dan kedustaan
Umat Insani

yang tidak bersumber kepada
Kalam Ilahi

kepada Allah-lah tempat mengadu
Dan hanya kepadanya kita bertawakal
Kepadanya kita berlindung


Kamis, 03 Januari 2008

Bila di Hati Masih Ada


Lirik ini Saudaraku... pernah menggugah seorang hamba Allah yang mencintai Kehidupan Malam, hingga ia merenungi hidupnya untuk kembali mencintai kehidupan yang Islami sebelum ia menyadari bahwa "sebaik-baik perkataan adalah Kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wasallam.
Lirik ini Saudaraku ditulis oleh Triawan Kh dan Babe dan di bawakan oleh seorang female voice yang juga larut dan mencintai Kehidupan Malam


Bila di Hati Masih Ada by Triawan Kh
Ketika...
Harimu bertabur duka
Mungkin sering kau tergoda
Berpaling dari bisikan
Suara jiwa

Dan bila...
Harapan tak pernah nyata
Membara rasa kecewa
Terusik hati bertanya

Lalu Apa...
Arti dari sebaris doa
Dan upaya sepenuh jiwa
Bila hidup masih saja
Tak lepas dari kegetiran

Harusnya...
Walau hati penuh luka
Jangan pernah kau merasa
S'gala yang kau perjuangkan
Tiada makna

Biar saja...
yang lain saling berlomba
Menghamba pada pesona
Dan gemerlapnya dunia

Bersyukurlah...
Bila di hati masih ada
Kesetiaan pada Yang Esa
Karna hidup kan terjaga
dari noda dan kegelapan

Siapkah Sudah by Babe
Seribu wajah tertunduk
Seribu hati terluka
Terdengar tangis disela gema doa
Terbaring membeku
Satu jasad manusia

Dan ketika bunga bertaburan
Terbenam diri tanpa daya
Hati pun bertanya, dimana kau kini
Apa yang kau rasa
Saat ajal menyapamu

Kembara langkah kita
Dan bentang Usia
Tak kan pernah dapat kita duga
Kemanakah kan sembunyi
Dari kehendak Tuhan

Doa dan upaya
Tak lagi punya makna

bergetar nurani
Mengurai setiap langkahku
Panjang sudah jarak
sarat sudah kisah
Siapkah kau jua
Untuk kembali kepada-Nya

Rabu, 02 Januari 2008

Akhlak Yang Baik Bukti dari Ke-Imanan

Wahai Saudaraku....Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam diutus untuk mengajak manusia agar beribadah hanya kepada Allah Azza Wajalla saja dan memperbaiki akhlak manusia.
Di dalam Hadits yang diriwayatkan oleh al-Bukhari (semoga Allah merahmatinya) di dalam al-Adabul Mufrad, juga diriwaytakan oleh Ahmad, dan al-Hakim (semoga Allah merahmatinya) yang dishohiihkan oleh al-Alamah Asy Syaikh Muhammad Nashirudin Al-Albani (semoga Allah merahmatinya), dari Sahabat Abu Hurairah Radiallahu Anhu, Nabi Shalallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, "Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang baik."
Jadi Saudarakau... Sesungguhnya antara akhlak dengan 'aqidah terdapat hubungan yang sangat kuat sekali. Karena akhlak yang baik sebagai bukti dari keimanan dan akhlak yang buruk sebagai bukti atas lemahnya iman, semakin sempurna akhlak seorang Muslim berarti semakin kuat imannya.
Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, "Kaum Mukminin yang paling sempurna imannya adalah yang akhlaknya paling baik diantara mereka, dan yang paling baik diantara kalian adalah yang paling baik kepada istri-istrinya." hadits ini saudaraku diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, Ahmad, Ibnu Hibban, Abu Dawud dan al-hakim (semoga Allah merahmati mereka) dari Sahabat Abu Hurairah Radiallahhu Anhu.
Wahai Saudaraku... Akhlak yang baik adalah bagian dari amal shalih yang dapat menambah keimanan dan memiliki bobot yang berat dalam timbangan. pemiliknya sangat dicintai oleh Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam, dan akhlak yang baik adalah salah satu penyebab seseorang untuk dapat masuk surga. Mari kita camkan hadits berikut ini yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan Ibnu Hibban (semoga Allah merahmatinya), dari Sahabat Abu darda' Radiallahu Anhu, Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, "Tidak ada sesuatu pun yang lebih berat dalam timbangan seorang mukmin di hari kiamat melainkan akhlak yang baik, dan sesungguhnya Allah sangat membenci orang yang suka berbicara keji dan kotor."
Selain itu Saudaraku... dari Jabir bin 'Abdillah Radiallahu Anhu, Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, "Sesungguhnya yang paling aku cintai diantara kalian dan yang paling dekat majelisnya denganku pada hari kiamat adalah yang paling baik akhlaknya..." hadits ini saudaraku diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dengan derajat hasan.
Dan didalam sebuah riwayat saudaraku... Nabi Shalallahu 'Alaihi Wasallam ditanya tentang kebanyakan yang menyebabkan manusia masuk Surga, maka beliau (Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam) menjawab, "Takwa kepada Allah dan akhlak yang baik." Dan ketika ditanya tentang kebanyakan yang menyebabkan manusia masuk Neraka, maka beliau (Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam) menjawab, "Lidah dan kemaluan." Rawahu At-Tirmidzi, al-Bukhari dalam al-Adabul Mufrad, Ibnu Majah, Ahmad, Ibnu Hibban dan al-Hakim (semoga Allah merahmati mereka) dari Sahabat Abu Hurairah Radiallahu 'Anhu.
Wahai Saudaraku... kita diperintahkan untuk berbuat baik kepada kedua orang tua, kita juga dianjurkan untuk bersilaturrahim, serta berbuat baik kepada tetangga, anak yatim, fakir miskin, dan Ibnu sabil. dan kita oleh Agama yang agung ini dilarang dari berbuat sombong, angkuh dan dzolim. Kita diperintahkan untuk berakhlak mulia dan dilarang dari akhlak yang hina.
Dan sungguh saudaraku... Akhlak yang mulia itu meninggikan derajat seseorang di sisi Allah, sebagaimana sabda Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam, "Sesungguhnya seorang Mukmin dengan akhlaknya yang baik, akan mencapai derajat orang yang shaum (puasa) disiang hari dan shalat ditengah malam." hadits riwayat Abu Dawud, Ibnu Hibban dan al-Hakim dari Ummul Mukminin 'Aisyah Radiyallahu 'Anha.
Toyib Saudaraku... Sudahkah kita berakhlak mulia ?
Semoga Allah Azza Majalla memberikan kita kekuatan dan kemudahan untuk berakhlak mulia agar sempurna keimanan kita...
Wallahu 'Allam